//
you're reading...
laporan biologi, study

uji glukosa

UJI GLUKOSA

  1. A. TUJUAN PENGAMATAN

Mengetahui kandungan glukosa pada  makanan.

Mengetahui perubahan warna yang terjadi pada makanan yang mengandung glukosa apabila ditetesi benedict.

  1. B. LANDASAN TEORI

Bentuk molekul karbohidrat paling sederhana terdiri dari satu molekul gula sederhana yang disebut monosakarida, misalnya glukosa, galaktosa, dan fruktosa.

Glukosa, suatu gula monosakarida, adalah salah satu karbohidrat terpenting yang digunakan sebagai sumber tenaga bagi hewan dan tumbuhan. Glukosa merupakan salah satu hasil utama fotosintesis  dan awal bagi respirasi. Bentuk alami (D-glukosa) disebut juga dekstrosa, terutama pada industri pangan.

Glukosa (C6H12O6, berat molekul 180.18) adalah heksosa—monosakarida yang mengandung enam atom karbon. Glukosa merupakan aldehida (mengandung gugus -CHO). Lima karbon dan satu oksigennya membentuk cincin yang disebut “cincin piranosa”, bentuk paling stabil untuk aldosa berkabon enam. Dalam cincin ini, tiap karbon terikat pada gugus samping hidroksil dan hidrogen kecuali atom kelimanya, yang terikat pada atom karbon keenam di luar cincin, membentuk suatu gugus CH2OH. Struktur cincin ini berada dalam kesetimbangan dengan bentuk yang lebih reaktif, yang proporsinya 0.0026% pada pH 7.

Glukosa merupakan sumber tenaga yang terdapat di mana-mana dalam biologi. Kita dapat menduga alasan mengapa glukosa, dan bukan monosakarida lain seperti fruktosa, begitu banyak digunakan. Glukosa dapat dibentuk dari formaldehida pada keadaan abiotik, sehingga akan mudah tersedia bagi sistem biokimia primitif. Hal yang lebih penting bagi organisme tingkat atas adalah kecenderungan glukosa, dibandingkan dengan gula heksosa lainnya, yang tidak mudah bereaksi secara nonspesifik dengan gugus amino suatu protein. Reaksi ini (glikosilasi) mereduksi atau bahkan merusak fungsi berbagai enzim. Rendahnya laju glikosilasi ini dikarenakan glukosa yang kebanyakan berada dalam isomer siklik yang kurang reaktif. Meski begitu, komplikasi akut seperti diabetes, kebutaan, gagal ginjal, dan kerusakan saraf periferal (‘’peripheral neuropathy’’), kemungkinan disebabkan oleh glikosilasi protein.

Dalam respirasi, melalui serangkaian reaksi terkatalisis enzim, glukosa teroksidasi hingga akhirnya membentuk karbon dioksida dan air, menghasilkan energi, terutama dalam bentuk ATP. Sebelum digunakan, glukosa dipecah dari polisakarida.Glukosa dan fruktosa diikat secara kimiawi menjadi sukrosa. Pati, selulosa, dan glikogen merupakan polimer glukosa umum polisakarida).

  1. C. RUMUSAN MASALAH

Bagaimana perubahan warna yang terjadi setelah makanan ditetesi oleh benedict

Makanan apa yang mengandung glukosa?

  1. D. ALAT DAN BAHAN

Alat :

  1. Benedict
  2. Bunsen
  3. Korek api
  4. Kaki tiga
  5. Tabung reaksi
  6. Karet gelang

Bahan :

1. Makanan yang diuji :

  • Kanji
  • Nasi
  • Telur
  • Air daun papaya
  • Air gula (indikator)
  • Minyak goring
  1. E. LANGKAH KERJA
    1. Menyiapkan semua alat dan bahan yang akan digunakan.
    2. Melarutkan bahan makanan yang telah dihaluskan terlebih dahulu dengan air.
    3. Memasukkan bahan makanan tersebut ke dalam tabung reaksi setinggi 2 cm.
    4. Menetesi bahan makanan yang di uji dengan benedict sebanyak 2 tetes.
    5. Memanaskan air dalam gelas kimia diatas kaki tiga dengan Bunsen.
    6. Menyatukan tabung-tabung reaksi tersebut dengan karet gelang
    7. Memanaskan tabung-tabung reaksi dalam gelas kimia selama 2 menit,
    8. Mengangkat tabung-tabung reaksi dari gelas kimia berisi air yang sudah di panaskan dengan Bunsen.
    9. Mengamati perubahan warna yang terjadi.
    10. Mencatat hasil pengamatan.
  1. F. HASIL PENGAMATAN
Bahan makanan yang diuji Warna awal Warna setelah ditetesi benedict dan dipanaskan Terjadi perubahan warna
Ya Tidak
Air daun pepaya hijau tua Hijau tua
telur putih putih
Nasi putih merah bata
Air gula putih kuning
Minyak goreng kuning kuning
Kanji putih Putih

  1. G. ANALISIS DATA

Berdasarkan praktikum yang telah dilaksankan, air daun papaya,telur ,minyak goring tidak terdapat kiandungan glukosa. Makanan tersebut tidak berubah warna menjadi merah bata ketika ditetesi dengan benedict. Daun papaya merupakan daun dari tumbuhan hijau tempat terjadinya proses fotosintesis, pada proses fotosintesis ini seharusnya dihasilkan C6H12O6. ketika ditetesi benedict tidak berubah warna, karena pigmen hijau daun lebih kuat.

Nasi mempunyai kandungan glukosa yang lebih tinggi dari pada Air gula . Nasi berubah warna menjadi merah bata sedangkan air gula hanya berubah menjadi warna kuning yang semula berwarna putih.

  1. H. KESIMPULAN

-  Benedict merupakan suatu larutan yang berfungsi untuk mengetahui kandungan glukosa dalam makanan.

-  Makanan yang mengandung glukosa, setelah ditetesi benedict akan berubah warna menjadi merah bata.

-  Berdasarkan praktikum yang yang telah dilaksanakan makanan yang mengandung glukosa adalah nasi, air daun pepayaair gula.

-  Air gula  memiliki kandungan glukosa yang lebih rendah daripada nasi

  1. I. REFERENSI

http://id.wikipedia.org/wiki/Karbohidrat

LAPORAN PRAKTIKUM BIOLOGI

UJI MAKANAN

Wulan Ciptaning P

14/ XI Akselerasi

SMA NEGERI 1 SRAGEN

2010/2011

About these ads

About wulanthestarshine

I'm just an ordinary girl. With this blog I hope it can be useful for everyone.

Diskusi

Belum ada komentar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Ikuti

Get every new post delivered to your Inbox.

%d bloggers like this: